Pulau Jawa memang penuh dengan kepercayaan dan hal-hal berbau mistis. Mulai dari bertebarnya ajaran-ajaran dan aliran kejawen, tradisi malam 1 syuro, rajaban, grebeg syawal, kerbau kiyai Slamet, dan lain-lain. Kini Jawa kian terkenal mistis dengan munculnya dukun-dukun cilik di beberapa daerah di Jawa Timur yang dianggap punya ilmu ghaib dan dapat menyembuhkan berbagai penyakit. Kondisi ini pun sempat membuat MUI Jawa Timur pusing ribuan keliling (lebih dari 7 keliling).
Tentu kita semua tahu tentang ketenaran dukun cilik Ponari dari Jombang, Jawa Timur. Dikisahkan bahwa ia menemukan batu didekat pohon yang tersambar petir, lalu ia menamainya batu petir. Dengan batu petirnya, ia dianggap bisa menyembuhkan semua penyakit hanya dengan minum air bekas celupan batunya. Aneh ? Sebagai kaum berpendidikan tentu kita mengatakan aneh. Yang jadi masalah, air yang diminum itu bukan air bersih. Terkadang air comberan juga dipakainya. Tapi, tidak tanggung-tanggung, jumlah klien praktek dukun Ponari yang sempat dilarang ini tembus hingga puluhan ribu orang. Sungguh kondisi yang menggelikan sekaligus memprihatinkan..
Lalu muncul lagi dukun Dewi, yang disebut sebagai pesaing Ponari. Namun seiring berjalannya waktu, dukun Dewi ini dianggap kurang manjur, hingga tenggelamlah namanya.
Tidak kalah dengan Ponari, di Bantur, Jawa Timur muncul lagi dukun cilik bernama Dadang Kurniawan. Tekniknya pun mirip dengan Ponari. Jika Ponari bersenjatakan batu petir, Dadang mengobati pasiennya dengan air putih yang dicampur kenanga, lalu jarinya dicelup-celupkan ke air tersebut. Walaupun belum sebanyak Ponari, tiap harinya Dadang bisa menerima ratusan klien, dan penghasilannya juga lumayan. Selain rumahnya sudah punya parabola yang tergolong langka di daerah itu, kini rumah Dadang akan segera divermak, temboknya mulai dicat, dan lantainya pun akan dihiasi keramik.
Masih dengan Jawa Timur, di Tuban juga muncul lagi praktek dukun kecil bernama Muhammad Fiesta Agusma. Berbeda dengan Ponari dan Dadang, Fiesta menggunakan media kembang sepatu yang ditumbuk dan dioleskan di bagian tubuh yang sakit, sambil diberi bacaan-bacaan tertentu. Ada salah satu pasiennya yang mengatakan bahwa penyakitnya berangsur-angsur sembuh setelah diobati dukun ini. Hmmm… benarkah ? Yang lebih mengagetkan lagi, bahwa kekuatan dukun Fiesta ini konon katanya didapat dari makhluk halus yang menempel di tubuhnya..
Innalillaahi…sungguh telah jauh menyimpang perilaku hamba-hamba-Mu ini Ya Allah…
Kenapa sampai ada praktek dukun-dukun cilik seperti itu ? Kenapa pula masyarakat percaya akan kemampuan dukun-dukun tersebut ? Apakah karena putus asa dengan biaya pengobatan yang semakin mahal ? Apakah ini merupakan kegagalan pemerintah dalam memberikan pendidikan kesehatan kepada masyarakat? Atau karena minimnya iman yang dimiliki masyarakat ?
Saya rasa jawaban dari pertanyaan terakhirlah yang menjadi faktor krusial-nya. Kita tidak bisa menyalahkan dukun cilik, praktek dokter, pemerintah atau MUI.. Tapi kita harus menyalahkan kenapa iman kita tipis sekali. Jika masyarakat tahu akan hukuman tidak diterimanya pahala shalat selama 40 hari bila datang dan mempercayai dukun, tentu tidak akan seperti ini jadinya. Dan jika masyarakat menyadari akan larangan bersekutu dan bekerjasama dengan jin, tentu tidak akan bermunculan praktek-praktek dukun seperti sekarang ini…
Dunia kesehatan Indonesia masih jauh dari kemajuan…



December 27th, 2009 at 3:04 am
hahahhahahaa…
aku mau tertawa dulu baca ini.. bener bnget.. konyol sekali rasanya mempercayai cara2 dukun2 cilik itu menyembuhkan..
sampai-samapai yang terbayangkan olehku adalah “betapa frustasinya” mereka yang percaya dan terlibat dengan semua itu pada tuhan…
naudzubillah….
rasanya DAKWAH ISLAM mulai harus digencarkan dan diluruskan…
[Reply]
December 27th, 2009 at 4:44 am
ikutan ketawa ah..
hahahahahah……..
[Reply]