Negara Kesatuan Republik Indonesia merupakan negara yang rawan gempa. Masih teringat derita saudara-saudara kita di Tasikmalaya, Padang, bahkan gempa dasyat yang disusul tsunami yang melanda Aceh dan Yogyakarta (masih banyak lagi gempa di Indonesia yang tidak bisa disebutkan disini satu per satu). Hal ini terjadi karena letak geografis Indonesia terletak pada tiga lempeng, yakni Eurasia, Indo-Australia, dan Pasifik, yang bila bertumbukan akan menghasilkan gempa tektonik. Secara alamiah, fenomena alam tersebut tidak bisa dihindari. Sebab lempeng-lempeng yang ada di negara kita merupakan bagian dari kerak bumi yang bergerak aktif.
Walaupun gempa tidak dapat kita prediksi, namun kita dapat meminimalisir dampak yang ditimbulkannya dengan cara membangun rumah tahan gempa. Sebenarnya Indonesia yang merupakan negara kaya akan ragam budaya, juga mempunyai banyak rumah yang tahan gempa, antara lain rumah-rumah tradisional yang ada di Jawa, Sumatra, Kalimantan, dan lain-lain. Ketika gempa dan tsunami melanda Aceh tahun 2004 lalu, sebagian besar rumah tradisional (berbahan kayu) masih tetap berdiri kokoh. Berbeda halnya dengan rumah-rumah konvensional dengan konstruksi yang sudah banyak kita temui, semua rumah tersebut hancur berantakan.
Tidak berbeda dengan Indonesia, Jepang juga negara yang sering diguncang gempa. Bahkan di negara Jepang bahan dasar rumah mereka terbuat dari kayu dengan pintu yang digeser kesamping, serta meja ala Jepangnya yang hampir menyentuh lantai. Mungkin ungkapan “Jangan menilai buku dari sampulnya” itu memang benar. Rumah-rumah yang terlihat bagus dan megah, semunya hancur lebur dilalap gempa, sementara rumah-rumah tradisional sebagian besarnya tetap berdiri kokoh.
DOME HOUSE
Kini dengan teknologi barunya, Jepang menciptakan rumah kubah seperti iglo yang diberi nama Dome House yang memiliki banyak keistimewaan, diantaranya tahan gempa. Rahasia dari rumah ini adalah pada sistem pondasinya. Dengan menggunakan struktur pondasi bebas (beda dengan rumah biasa) dan pemberian gaya yang merata di semua sisinya, menyebabkan rumah ini memiliki kekuatan yang merata pada setiap bagiannya.

Bahan Dasar
Bahan dasar Dome House ini terbuat dari Expanded Polystyrene Spesial yang merupakan bahan bangunan generasi ke-4 setelah kayu, besi dan beton. Bahan ini sangat kuat dan padat karena memiliki Expansion Rate hanya 20 kali, berbeda dari Styrofoam biasa yang memiliki Expansion Rate 50 – 60 kali, dimana ruang udara dalam Styrofoam lebih banyak dan kekuatannya lebih kecil.

Bangunan Dome House mempunyai banyak keuntungan antara lain:
1. Konstruksi Bangunan yang Sehat

Konstruksi bangunan Dome House ini dibungkus larutan antioksidan yang dapat mengatasi asma, rinitis dan semua gejala-gejala “sick-house syndrome” dan “chemical sensitivity syndrome”. Dengan larutan antioksidan itu pula, dapat menekan oksigen sehingga sirkulasi udara di dalam rumah sangat bagus. Selain itu Dome House bebas dari bahan-bahan kimia berbahaya seperti formaldehid, pestisida, dan lain-lain. Jadi selain meningkatkan kesehatan, Dome House juga berpartisipasi dalam menjaga kebersihan lingkungan.
2. Efisiensi Energi

Bahan dasar Expanded Polystyrene dapat menyekat energi thermal. Selain itu bentuk ruangnya memungkinkan sirkulasi udara yang merata dalam seluruh ruangan.
Hanya dengan 1 buah Air Conditioner (AC) dalam 1 ruangan, cukup untuk seluruh ruangan Dome House, sehingga merupakan bangunan yang sangat hemat energi.
3. Daya Tahan Semipermanen
Tidak hanya bentuk strukturnya yang stabil, Dome House juga tidak berkarat seperti besi, tidak dimakan rayap, dan tidak lapuk/busuk seperti kayu.
4. Tahan Angin Ribut/Angin dengan Tekanan Kencang

Bentuk Dome House yang sedemikian rupa dapat meneruskan aliran angin yang berhembus ke arahnya, atau disebut Gale Resistant.
5. Bangunan yang sangat Tahan Gempa
Bentuk pondasi bangunan yang stabil, sangat susah digulingkan. Bangunan Dome House juga sangat ringan, sehingga dapat bertahan pada saat terjadi gempa, baik gempa yang lateral maupun vertikal.
6. Waktu yang sangat Singkat dan Murah
Dome House dibuat dengan merancang dan merakit bagian-bagiannya. Tiap bagian Dome beratnya hanya 80 kg. Perakitan bagian-bagian Dome yang sangat sederhana, hanya membutuhkan 3 – 4 orang, dan kira-kira butuh waktu 7 hari saja sebelum Dome House siap dihuni. Jadi biaya konstruksinya sangat murah.
Kelebihan lain:
- Dome House juga tahan api. Bahan dasar Expanded Polystyrene tidak menyebarkan api yang terpapar kepadanya. Jadi merupakan rumah yang aman dari bahaya kebakaran juga.
- Dinding Dome House yang merupakan Expanded Polystyrene hanya terdiri dari karbon dan hidrogen, tidak menghasilkan limbah dan jauh dari bahaya Deforestation.
- Lay out dari lantai Dome House dapat kita atur sesuai dengan keinginan kita.
- Dome House tidak memiliki ruang bersudut, dinding dan atap yang menyatu, sehingga terdapat suatu ruang terbuka di tengahnya yang selalu diliputi cahaya. Hal ini menimbulkan kehangatan dan kenyamanan bagi penghuni Dome House.
Lalu bagaimana dengan Indonesia ?
Indonesia juga mempunyai konstruksi Rumah tahan gempa yang bernama Smart Modula, yang tergolong konsep revolusioner untuk konstruksi bangunan serba guna. Nama Smart Modula diambil dari bentuk dasar bangunannya yang moduler (terdiri dari modul-modul yang dapat ditambahkan). Dengan bahan logam pilihan, disertai dengan pembuatan yang cermat dan presisi, bangunan ini dapat menahan beban angin, air hujan, dan gempa bumi dengan skala besar.

Bangunan Smart Modula dapat digunakan untuk berbagai keperluan seperti rumah tempat tinggal, kelas, kantor, klinik, tempat beribadah, studio, dan lain sebagainya. Ukuran bangunan dapat disesuaikan dengan kebutuhan karena sifat modular-nya. Desain rumah ini memiliki fleksibilitas tinggi, mudah dalam membangunnya, dan cukup kokoh. Konsep knock down atau bongkar pasang yang cukup sederhana tapi praktis ini telah digulirkan sejak lima tahun lalu oleh BB Triatmoko SJ.
Struktur utama rumah tahan gempa ini tidak ditanam atau ditopang dengan pondasi yang memanjang di bawah dinding rumah, tetapi hanya menggunakan umpak di setiap sudut rumah. Konsepnya mengadopsi model rumah tradisional adat Jawa yang dibuat dari kayu.

Dengan penopang semacam ini, saat terjadi gempa, relatif bisa fleksibel. Jika menggunakan model pondasi seperti rumah-rumah konvensional, hampir dipastikan akan mengalami keretakan atau patah saat dilanda gempa hebat.
sumber:
http://www.i-domehouse.com/
http://www.atmi.ac.id/
Konsep Rumah Tahan Gempa oleh Dadan Rusmawan



November 3rd, 2009 at 7:48 am
klo emang yg di atas udah menyerukan Kun Fayakun…. fyuughhh….. rumah tahan gempa paling canggih pun akan ancur…..
hwhwhwhw….
Nice Share Gan…..
Memang kita diharuskan berusaha secara maksimal dahulu sebelum kita pasrah….
Ntar klo punya duit aku bakal bikin rumah dari balon super anti meletus ajalah…. biar klo ada gempa bisa mendal2….
wekkk….
tir.. tir.. kutir…..
[Reply]
November 3rd, 2009 at 8:31 am
ya klo udah kun fayakun sh.. siapa aja ga ada yg bisa ngeles..
dasar.. ngayal nya jauh bgt..
klo rumah balon hrs slalu dicek kekuatan anginnya secara berkala donk…yg repot, klo pentilnya ilang…
wakakakakak….
[Reply]
November 7th, 2009 at 12:20 am
yg penting ada usaha dulu.. masalah hancur dan tidaknya kita serahkan saja kpd pemilik jagat raya ini.
[Reply]
November 7th, 2009 at 2:39 pm
wah bnr itu mas Yusuf..
[Reply]
November 7th, 2009 at 10:11 pm
Nais artikel kang…
Trims atas kunjungannya…
[Reply]
November 9th, 2009 at 1:06 pm
@ asepsaiba : sama2 mas…
[Reply]
November 16th, 2009 at 5:29 am
wachh… kalo di bumi indonesia di bangun rumah macam begituan, berasa jadi teletubbies nieh…
[Reply]
November 19th, 2009 at 11:30 am
haha.. ntar klo gw pnya duit, gw pengen bkin rumah kyk gt..
mksh ya udah berkunjung ke sini…
[Reply]
November 20th, 2009 at 8:59 am
omahe patrik spongBOB…. xixixixiiii
[Reply]
November 20th, 2009 at 12:07 pm
omahe spongebob kan nanas…
[Reply]
December 4th, 2009 at 1:41 am
seperti yang di bangun di Bantul yaa.. salam kenal mas..
[Reply]
December 23rd, 2009 at 9:09 pm
Dear Author duakehidupan.otodidak.info !
You Exaggerate.
[Reply]
December 25th, 2009 at 6:25 pm
I want to quote your post in my blog. It can?
And you et an account on Twitter?
[Reply]
December 26th, 2009 at 10:19 am
@ terdzumanova : Yes, you can. But you must enclose my blog’s link in your post. or you can also take the information from web links at the end of this post..
[Reply]